Studi Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Area Jabodetabek Studi Kasus PT. Telkomsel

<p>Teknologi LTE merupakan teknologi 4G evolusi dari GSM dengan <em>data rate </em>mencapai 100 Mbps. Operator seluler mempunyai kesempatan untuk menggunakan teknologi tersebut melalui <em>refarming </em>frekuensi. Alokasi yang sesuai saat ini yaitu pada frekuensi 1800...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Sri Ariyanti
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Ministry of Communication and Information Technology, R and D Center for Post and ICT Resources and Equipments 2014-12-01
Series:Buletin Pos dan Telekomunikasi: Media Komunikasi Ilmiah
Online Access:https://online.bpostel.com/index.php/bpostel/article/view/21
Description
Summary:<p>Teknologi LTE merupakan teknologi 4G evolusi dari GSM dengan <em>data rate </em>mencapai 100 Mbps. Operator seluler mempunyai kesempatan untuk menggunakan teknologi tersebut melalui <em>refarming </em>frekuensi. Alokasi yang sesuai saat ini yaitu pada frekuensi 1800 MHz dan 2100 MHz. Sebelum menerapkan teknologi LTE, perlu dilakukan perencanaan baik <em>coverage planning </em>maupun <em>capacity planning </em>untuk menghitung jumlah eNodeB . Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran site yang diperlukan untuk penerapan teknologi LTE pada frekuensi 1800 MHz dan 2100 MHz. Metode penelitian menggunakan pendekatan data kuantitatif yaitu menghitung jumlah site yang dibutuhkan untuk menggelar jaringan LTE. Perhitungan jumlah site tersebut meliputi <em>coverage planning </em>dan <em>capacity dimensioning</em>. Hasil penelitian menunjukkan Jumlah eNodeB yang dibutuhkan untuk membangun jaringan LTE pada daerah Jabodetabek dengan jumlah pelanggan yang dilayani pada tahun pertama sebesar 2.02 juta, <em>bandwidth </em>10 MHz pada frekuensi 1800 MHz dan 2100 MHz yaitu sebanyak 2546 buah.</p>
ISSN:1693-0991
2443-1524