NILAI-NILAI SISTEM PEREKONOMIAN ISLAM DALAM RITUAL “MAPPADENDANG”
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan salah satu kembanggaan yang harus dikembangkan dan dilestarikan sepanjang budaya itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Bahkan keanekaragaman ini memberikan warna hidup yang berbeda-beda sebagai tradisi yang mencirikan suku masin...
Main Author: | |
---|---|
Format: | Article |
Language: | English |
Published: |
Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahamn Wahid Pekalongan
2016-06-01
|
Series: | Jurnal Hukum Islam |
Subjects: | |
Online Access: | http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/666 |
Summary: | Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan salah satu kembanggaan yang harus dikembangkan dan dilestarikan sepanjang budaya itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Bahkan keanekaragaman ini memberikan warna hidup yang berbeda-beda sebagai tradisi yang mencirikan suku masing-masing. Dalam budaya suku Bugis Makassar, salah satu satu budaya atau ritual yang rutin dilakukan setiap tahun dalam kegiatan pertanian (panen) yaitu Mappadendang, yang diikuti seluruh petani. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk suka cita dan kesyukuran pada sang Khalik, untuk hasil panen pertanian yang melimpah, selain bentuk suka cita, ritual Mappadendang juga dimaksudkan untuk mempertahankan warisan budaya leluhur. Mappadendang di Kabupaten Pinrang itu sendiri menyimpan filosofi yang sangat tinggi dan merupakan sarana nenek moyang dalam memperkuat persatuan dan kesatuan. Pentingnya kerjasama dalam ritual adat mappadendang termasuk melaksanakan nilai-nilai sistem perekonomian Islam termasuk menyuarakan kerja yang bersungguh-sungguh mencari rezeki yang halal, membentuk masyarakat dengan tatanan sosial yang solid, keadilan distribusi pendapatan termasuk menghapuskan monopoli, kebebasan individu dalam kesejahteraan sosial. |
---|---|
ISSN: | 1829-7382 2502-7719 |