TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur

Abstract: This article aims to elaborate Sufism thought of Amin Syukur. Hepositioned Sufismas one of the solutions to the problems of modernity who have lost the vision of divinity that result in psychological symptoms, namely spiritual emptiness. Then, the people would become stress and worry wart...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Umar Faruq Thohir
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang 2016-03-01
Series:Jurnal Theologia
Online Access:http://journal.walisongo.ac.id/index.php/teologia/article/view/327
_version_ 1819143047532773376
author Umar Faruq Thohir
author_facet Umar Faruq Thohir
author_sort Umar Faruq Thohir
collection DOAJ
description Abstract: This article aims to elaborate Sufism thought of Amin Syukur. Hepositioned Sufismas one of the solutions to the problems of modernity who have lost the vision of divinity that result in psychological symptoms, namely spiritual emptiness. Then, the people would become stress and worry wart because of their hopless feeling. For this reason, M. Amin Syukur endorsed the problems of modernity with always optimistic, positive thinking, resting every intention and good deeds only to worship God and sharing (solidarity) for fellow creatures of God. In addition, he recommends to remember (al-żikr) to Godhowever, whenever, and wherever. Remembering God can calm the soul (sakīna) and mind that will affect the nerve, the nerve will affect the glands, the glands will produce healthy liquid. Healthy liquid which is a calm soul effect which will make man have the "immune power" against all diseases. In medical the termis called psycho-neuroen docrine immunology. Furthermore, according to Amin Syukur, problems of modernity can besolved by Sufism through methods like ma'rifa Allāh obtained via stairs of ma'rifa al-nafs, ma'rifa al-nās, and ma'rifa al-kawn. Abstrak: Artikel bertujuan untuk mengelaborasi pemikiran tasawuf Amin Syukur. Ia memposisikan tasawuf sebagai salah satu solusi terhadap problematika kemodernan ini yang sudah kehilangan visi keilahian yang mengakibatkan timbulnya gejala psikologis, yaitu adanya kehampaan spiritual. Akibatnya, orang akan menjadi stres dan gelisah karena merasa tidak mempunyai pegangan hidup. Untuk alasan ini, Untuk alasan ini, M. Amin Syukur mengarahkan penyelesaian problematika kemodernan ini dengan selalu optimis, berpikir positif, menyandarkan setiap niat dan perbuatan baik hanya untuk ibadah kepada Allah dan berbagi (solidaritas) untuk sesama makhluk ciptaan Allah. Selain itu, ia juga menganjurkan untuk selalu ingat (al-dzikr) kepada Allah bagaimana pun, kapan pun, dan dimana pun. Mengingat Allah dapat menenangkan (sakīnah) jiwa dan pikiran yang akan berpengaruh pada syaraf, syaraf akan memengaruhi kelenjar, kelenjar akan mengeluarkan cairan yang sehat. Cairan sehat yang merupakan efek jiwa tenang ini akan menjadikan orang memiliki "daya kebal" terhadap segala penyakit, yang dalam istilah medis disebut psycho neuroen dokrin immunology. Lebih jauh lagi, menurut M. Amin Syukur, problematika kemodernan ini dapat diselesaikan dengan tasawuf melalui metode ma'rifah Allāh yang diperoleh melalui tangga ma'rifah al-nafs, ma'rifah al-nās, dan ma'rifa al-kawn. Keyword: Sufism, ma'rifah al-nafs, ma'rifah al-nās, ma'rifa al-kawn, and immune power.
first_indexed 2024-12-22T12:20:02Z
format Article
id doaj.art-41af71878cea4a87a855c2f129246939
institution Directory Open Access Journal
issn 0853-3857
2540-847X
language Indonesian
last_indexed 2024-12-22T12:20:02Z
publishDate 2016-03-01
publisher Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
record_format Article
series Jurnal Theologia
spelling doaj.art-41af71878cea4a87a855c2f1292469392022-12-21T18:26:00ZindUniversitas Islam Negeri (UIN) Walisongo SemarangJurnal Theologia0853-38572540-847X2016-03-01242436810.21580/teo.2013.24.2.327331TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin SyukurUmar Faruq Thohir0STAI Zainul Hasan Genggong, ProbolinggoAbstract: This article aims to elaborate Sufism thought of Amin Syukur. Hepositioned Sufismas one of the solutions to the problems of modernity who have lost the vision of divinity that result in psychological symptoms, namely spiritual emptiness. Then, the people would become stress and worry wart because of their hopless feeling. For this reason, M. Amin Syukur endorsed the problems of modernity with always optimistic, positive thinking, resting every intention and good deeds only to worship God and sharing (solidarity) for fellow creatures of God. In addition, he recommends to remember (al-żikr) to Godhowever, whenever, and wherever. Remembering God can calm the soul (sakīna) and mind that will affect the nerve, the nerve will affect the glands, the glands will produce healthy liquid. Healthy liquid which is a calm soul effect which will make man have the "immune power" against all diseases. In medical the termis called psycho-neuroen docrine immunology. Furthermore, according to Amin Syukur, problems of modernity can besolved by Sufism through methods like ma'rifa Allāh obtained via stairs of ma'rifa al-nafs, ma'rifa al-nās, and ma'rifa al-kawn. Abstrak: Artikel bertujuan untuk mengelaborasi pemikiran tasawuf Amin Syukur. Ia memposisikan tasawuf sebagai salah satu solusi terhadap problematika kemodernan ini yang sudah kehilangan visi keilahian yang mengakibatkan timbulnya gejala psikologis, yaitu adanya kehampaan spiritual. Akibatnya, orang akan menjadi stres dan gelisah karena merasa tidak mempunyai pegangan hidup. Untuk alasan ini, Untuk alasan ini, M. Amin Syukur mengarahkan penyelesaian problematika kemodernan ini dengan selalu optimis, berpikir positif, menyandarkan setiap niat dan perbuatan baik hanya untuk ibadah kepada Allah dan berbagi (solidaritas) untuk sesama makhluk ciptaan Allah. Selain itu, ia juga menganjurkan untuk selalu ingat (al-dzikr) kepada Allah bagaimana pun, kapan pun, dan dimana pun. Mengingat Allah dapat menenangkan (sakīnah) jiwa dan pikiran yang akan berpengaruh pada syaraf, syaraf akan memengaruhi kelenjar, kelenjar akan mengeluarkan cairan yang sehat. Cairan sehat yang merupakan efek jiwa tenang ini akan menjadikan orang memiliki "daya kebal" terhadap segala penyakit, yang dalam istilah medis disebut psycho neuroen dokrin immunology. Lebih jauh lagi, menurut M. Amin Syukur, problematika kemodernan ini dapat diselesaikan dengan tasawuf melalui metode ma'rifah Allāh yang diperoleh melalui tangga ma'rifah al-nafs, ma'rifah al-nās, dan ma'rifa al-kawn. Keyword: Sufism, ma'rifah al-nafs, ma'rifah al-nās, ma'rifa al-kawn, and immune power.http://journal.walisongo.ac.id/index.php/teologia/article/view/327
spellingShingle Umar Faruq Thohir
TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur
Jurnal Theologia
title TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur
title_full TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur
title_fullStr TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur
title_full_unstemmed TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur
title_short TASAWUF SEBAGAI SOLUSI BAGI PROBLEMATIKA KEMODERNAN: Studi Pemikiran Tasawuf M. Amin Syukur
title_sort tasawuf sebagai solusi bagi problematika kemodernan studi pemikiran tasawuf m amin syukur
url http://journal.walisongo.ac.id/index.php/teologia/article/view/327
work_keys_str_mv AT umarfaruqthohir tasawufsebagaisolusibagiproblematikakemodernanstudipemikirantasawufmaminsyukur