Perkiraan Biaya Operasi dengan Mempertimbangkan Kondisi Kontingensi di Sistem Jawa Bali 500 KV

Secara umum, pengoperasian sistem tenaga bertujuan untuk meminimalkan biaya operasi atau  fuel cost. Untuk mempertimbangkan factor teknis, pengoperasian sistem tenaga listrik juga harus mempertimbangkan kapasitas generator, kapasitas saluran dan batasan tegangan. Kondisi kontingensi dimana saluran m...

Full description

Bibliographic Details
Main Authors: Rachmad Nur Priyanto, Rony Seto Wibowo, Ontoseno Penangsang
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) 2013-03-01
Series:Jurnal Teknik ITS
Subjects:
Online Access:http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/2214
Description
Summary:Secara umum, pengoperasian sistem tenaga bertujuan untuk meminimalkan biaya operasi atau  fuel cost. Untuk mempertimbangkan factor teknis, pengoperasian sistem tenaga listrik juga harus mempertimbangkan kapasitas generator, kapasitas saluran dan batasan tegangan. Kondisi kontingensi dimana saluran mengalami gangguan hubung singkat dan harus dilepas secara paksa jarang dipertimbangkan dalam meminimalkan biaya operasi. Tugas akhir ini dilakukan  untuk mengetahui dampak penyertaan kondisi kontingensi dalam pengoperasian sistem tenaga. Untuk menghitung biaya operasi, Optimal Power Flow (OPF) dipakai dengan menggunakan metode Sequential Quadratic Programming dilakukan dengan menggunakan program Matpower yang dimodifikasi. Dari hasil simualsi biaya operasi pembangkit tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa Bali 500 kV dengan penyertaan kondisi kontingensi akan semakin mahal dibandingan biaya operasi dalam kondisi normal. Penambahan beban pada sistem disertai kontingensi mengakibatkan load  shedding pada sistem jawa Bali 500 KV. <br />
ISSN:2301-9271
2337-3539