Belanja Pemerintah Daerah

Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana belanja publik Pemerintah Daerah Kulon Progo merespons isu-isu kesejahteraan dengan pendekatan anggaran yang berpihak pada masyarakat miskin. Saat ini, Kabupaten Kulon Progo masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di antara kabupate...

Full description

Bibliographic Details
Main Authors: Fikri Ariyad, Choirunnisa
Format: Article
Language:English
Published: Secretariat General of the Ministry of Home Affairs 2023-10-01
Series:Bestuurskunde
Subjects:
Online Access:http://jurnalsetjen.kemendagri.go.id/index.php/bjgs/article/view/114
_version_ 1827348055182016512
author Fikri Ariyad
Choirunnisa
author_facet Fikri Ariyad
Choirunnisa
author_sort Fikri Ariyad
collection DOAJ
description Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana belanja publik Pemerintah Daerah Kulon Progo merespons isu-isu kesejahteraan dengan pendekatan anggaran yang berpihak pada masyarakat miskin. Saat ini, Kabupaten Kulon Progo masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di antara kabupaten/kota di D.I.Yogyakarta. Kondisi ini menjadi ironis karena daerah ini berada di bawah Pemerintah Daerah yang berstatus menerima otonomi khusus. Pengaturan ini berdampak pada pengucuran dana keistimewaan kepada Kulon Progo sehingga kapasitas fiskalnya menjadi besar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan tahapan penelitian ini terdiri dari identifikasi masalah, penelusuran literatur, tujuan dan sasaran penelitian, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, serta pelaporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja publik Kulon Progo belum mampu membawa daerah ini keluar dari persoalan ketimpangan. Persoalan kemiskinan, rendahnya indeks pembangunan manusia, tingginya tingkat pengangguran terbuka, bahkan rendahnya alokasi belanja publik untuk infrastruktur berdampak pada predikat dan citra Kulon Progo yang belum lepas dari persoalan tersebut. Selain itu, pada aspek belanja publik, terutama berdasarkan alokasi anggaran yang pro rakyat miskin, nyatanya belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan mereka. Hal ini dapat dilihat dari analisis data mengenai isu ketimpangan di Kabupaten Kulon Progo yang belum teratasi dengan baik. Realitas ini dalam konteks Kulon Progo menarik untuk dikaji karena dengan kapasitas daya fiskal yang cukup besar belum tercermin dalam belanja publik yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
first_indexed 2024-03-08T00:04:24Z
format Article
id doaj.art-b4df2101fbe84ebcad32edad5f67cceb
institution Directory Open Access Journal
issn 2797-6351
2797-5576
language English
last_indexed 2024-03-08T00:04:24Z
publishDate 2023-10-01
publisher Secretariat General of the Ministry of Home Affairs
record_format Article
series Bestuurskunde
spelling doaj.art-b4df2101fbe84ebcad32edad5f67cceb2024-02-17T12:44:06ZengSecretariat General of the Ministry of Home AffairsBestuurskunde2797-63512797-55762023-10-0132Belanja Pemerintah DaerahFikri Ariyad0Choirunnisa1Fakultas Hukum Universitas Selamat Sri BatangProgram Studi Ilmu Komunikasi Universitas Selamat Sri Batang Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana belanja publik Pemerintah Daerah Kulon Progo merespons isu-isu kesejahteraan dengan pendekatan anggaran yang berpihak pada masyarakat miskin. Saat ini, Kabupaten Kulon Progo masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di antara kabupaten/kota di D.I.Yogyakarta. Kondisi ini menjadi ironis karena daerah ini berada di bawah Pemerintah Daerah yang berstatus menerima otonomi khusus. Pengaturan ini berdampak pada pengucuran dana keistimewaan kepada Kulon Progo sehingga kapasitas fiskalnya menjadi besar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan tahapan penelitian ini terdiri dari identifikasi masalah, penelusuran literatur, tujuan dan sasaran penelitian, pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, serta pelaporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja publik Kulon Progo belum mampu membawa daerah ini keluar dari persoalan ketimpangan. Persoalan kemiskinan, rendahnya indeks pembangunan manusia, tingginya tingkat pengangguran terbuka, bahkan rendahnya alokasi belanja publik untuk infrastruktur berdampak pada predikat dan citra Kulon Progo yang belum lepas dari persoalan tersebut. Selain itu, pada aspek belanja publik, terutama berdasarkan alokasi anggaran yang pro rakyat miskin, nyatanya belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan mereka. Hal ini dapat dilihat dari analisis data mengenai isu ketimpangan di Kabupaten Kulon Progo yang belum teratasi dengan baik. Realitas ini dalam konteks Kulon Progo menarik untuk dikaji karena dengan kapasitas daya fiskal yang cukup besar belum tercermin dalam belanja publik yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. http://jurnalsetjen.kemendagri.go.id/index.php/bjgs/article/view/114desentralisasi fiskalbelanja pemerintahkapasitas fiskalpembangunan kesejahteraan
spellingShingle Fikri Ariyad
Choirunnisa
Belanja Pemerintah Daerah
Bestuurskunde
desentralisasi fiskal
belanja pemerintah
kapasitas fiskal
pembangunan kesejahteraan
title Belanja Pemerintah Daerah
title_full Belanja Pemerintah Daerah
title_fullStr Belanja Pemerintah Daerah
title_full_unstemmed Belanja Pemerintah Daerah
title_short Belanja Pemerintah Daerah
title_sort belanja pemerintah daerah
topic desentralisasi fiskal
belanja pemerintah
kapasitas fiskal
pembangunan kesejahteraan
url http://jurnalsetjen.kemendagri.go.id/index.php/bjgs/article/view/114
work_keys_str_mv AT fikriariyad belanjapemerintahdaerah
AT choirunnisa belanjapemerintahdaerah