Tinjauan Praktis Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No.02 Tahun 2012 (Studi Kasus: Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
Kejadian bencana alam tanah longsor di Indonesia semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini dan diikuti pula dengan sebaran wilayah bencana yang semakin luas. Penanganan bancana longsor mulai dari tahap mitigasi, pencegahan, respon darurat dan rehabilitasi merupakan aktivitas lintas bidan...
Main Authors: | , , |
---|---|
Format: | Conference or Workshop Item |
Language: | English |
Published: |
2013
|
Subjects: | |
Online Access: | https://repository.ugm.ac.id/136187/1/Tinjauan%20Praktis%20Pemetaan%20Resiko%20Bencana%20Tanah%20Longsor.pdf |
Summary: | Kejadian bencana alam tanah longsor di Indonesia semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini dan diikuti pula dengan sebaran wilayah bencana yang semakin luas. Penanganan bancana longsor mulai dari tahap mitigasi, pencegahan, respon darurat dan rehabilitasi merupakan aktivitas lintas bidang yang menuntut terjalinnya koordinasi dan kerjasama yang baik. Salah satu langkah yang dilakukan dalam upaya mitigasi bencana tanah longsor adalah dengan membuat peta Risiko Bencana Tanah Longsor. Pelaksanaan program penanggulangan bencana di Indonesia termasuk Pemetaan Resiko longsor diatur dalam Peraturan Kepala BNPB No.02 Tahun 2012 yang merujuk juga pada Peraturan Menteri ESDM No. 15 Tahun 2011 dengan beberapa penyesuaian. |
---|