Penataan ruang di bawah jalan layang dalam prespektif humaneering (studi kasus: jalan layang Janti Yogyakarta)
INTISARI Penelitian ini berangkat dart ketertarikan penulis terhadap kasus-kasus terlantarnya ruang-ruang di bawah jalan layang di kota-kota besar di Indonesia. Keberadaan ruang-ruang tersebut, yang sebenarnya termasuk ruang kota yang sangat potensial dan bernilai mahal. Kegiatan yang sudah mulai tu...
Main Author: | |
---|---|
Format: | Article |
Published: |
[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada
2002
|
Subjects: |
Summary: | INTISARI
Penelitian ini berangkat dart ketertarikan penulis terhadap kasus-kasus terlantarnya ruang-ruang di bawah jalan layang di kota-kota besar di Indonesia. Keberadaan ruang-ruang tersebut, yang sebenarnya termasuk ruang kota yang sangat potensial dan bernilai mahal. Kegiatan yang sudah mulai tumbuh tidak tertata pada ruang di bawahnya termasuk salah satu alasan peneliti untuk menjadikan ruang di bawah Jalan Layang Janti sebagi studi kasus penelitian Mi.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif desain penataan ruang tuna guna di bawah jalan layang. Sebaik dan sebagus apapun suatu desain tentu saja tidak akan banyak berarti apabila ternyata di kemudian hari ruang tersebut tetap tidak dimanfaatkan secara optimal dan juga tidak tepelihara oleh masyarakat sekitar jalan layang tersebut. Melibatkan masyarakat setempat dalam proses perencanaan, berusaha untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat sebelumnya merupakan ciri-ciri pembangunan dengan prespektif humaneering.
Dari hasil penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu (1) Masyarakat bersedia untuk ikut berpartisipasi dan terlibat dalam perencanaan penataan ruang di bawah Jalan Layang Janti |
---|