Studi Penentuan Desa-Desa Pusat Pertumbuhan Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Salah satu strategi pembangunan perdesaan yang menjadi fokuspenelitian ini adalah penentuan desa pusat pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengkaji konsepsi desa pusat pertumbuhan, (2) identifika.si kriteria penentu desa pusat pertumbuhan, (3) penetapan desa pusat pertumbuhan, dan (4) penen...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Perpustakaan UGM, i-lib
Format: Article
Published: [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada 2003
Subjects:
Description
Summary:Salah satu strategi pembangunan perdesaan yang menjadi fokuspenelitian ini adalah penentuan desa pusat pertumbuhan. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengkaji konsepsi desa pusat pertumbuhan, (2) identifika.si kriteria penentu desa pusat pertumbuhan, (3) penetapan desa pusat pertumbuhan, dan (4) penentuan strategi pengembangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analisis, bersifat kuantitatif dan berbasis pada analisis data sekunder. Lingkup daerah penelitian meliputi seluruh desa di empat Kabupaten Propinsi DIY, yaitu Kabupaten Kulonprogo, Bantu', Gunungkidul, dan Sleman. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik pembobotan, analisis Guttman, Skalogram dan indeks sentralitas, analisis Location Quotient (LQ), serta analisis statistik korelasi tatajenjang Spearmann. Desa pusat pertumbuhan adalah desa yang memiliki karakteristik aksesibilitas lokasi strategis, hirarki pelayanan tinggi, dan sektor basis pengembangan bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan, desa-desa di Propinsi DIY memiliki aksesibilitas lokasi cukup balk, sistem spasial hirarki pelayanan menunjukkan gejala primasi dan kesenjangan. Basis kegiatan ekonomi terletak pada sektor pertanian, dengan dukungan sektor jasa, perdagangan, dan industri. Sebagian besar desa pusat pertumbuhan terpilih merupakan ibu kola kecamatan, bahkan ada yang sekaligus ibukota Kabupaten. Untuk menghindari konsentrasi titik pertumbuhan pada satu tempat, dihasilkan pules alternatifdesa pusat pertumbuhan. Desa-desa pusat pertumbuhan terpilih dapat digunakan untuk menelapkan desa pusat pertumbuhan di masing-masing kecamatan, khususnya dalam konteks program Pengembangan Kecamatan sebagai pusatpertumbuhan. Penelitian merekomendasikan tentangperlunya redistribusi basilhasil pembangunan yanglebih merata Ice seluruh wilayah, terutama desa-desa yang berhirarki pelayanan rendah, aksesibilitas lokasi rendah dan 'wrung didukung orientasi sektor basis pengembangan yang bervariatif. Selain itu perlu pembentukan Lain ruang perwilayahan dengan mempunyai hirarki yang sistematik dan fungsional, dari hirarki tertinggi sampai terendah dengan menciptakan keterkaitanfisik maupun sosial ekonomi serta dukungan basis kegiatan ekonomi yang /mat dengan wilayah lain (rural urban linkages). Kata kunci : Pembangunan perdesaan, desa pusat pertumbuhan, aksesibilitas, hirarki pelayanan, sektor basis pengembangan ,