Anteseden perkembangan dari kepencemasan sosial
INTISARI Penelitian ini dirancang untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepencemasan sosial (social anxiousness). Hipotesis yang diuji adalah : kepencemasan sosial orang tua, praktek pengasuhan anak, dan ketidakharmonisan keluarga berpengaruh secara langsung atau tidak langsu...
Main Author: | |
---|---|
Format: | Article |
Published: |
[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada
1996
|
Subjects: |
Summary: | INTISARI
Penelitian ini dirancang untuk mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepencemasan sosial (social anxiousness). Hipotesis yang diuji adalah : kepencemasan sosial orang tua, praktek pengasuhan anak, dan ketidakharmonisan keluarga berpengaruh secara langsung atau tidak langsung pada kepencemasan sosial anak.
Subjek penelitian int adalah 58 siswa kelas dua SMP. Data kepencemasan sosial didapatkan dari Skala Tanggapan Sosial - untuk orang tua dan untuk anak, yang merupakan adaptasi dari The Social Anxiousness Scale oleh. Leary. Praktek pengasuhan anak diukur dengan Skala Pengasuhan Anak. Ketidakharmonisan keluarga diukur dart persepsi anak tentang ketidakharmonisan keluarganya.
Analisis data menunjukkan bahwa hanya ada dua variabel yang berpengaruh langsung pada kepencemasan sosial anak, yaitu praktek pengasuhan oleh ibu dan persepsi anak terhadap ketidakharmonisan keluarga. Pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis jalur menunjulckan bahwa kepencemasan sosial orang tua berpengaruh pada kepencemasan sosial anak melalui praktek pengasuhan. Kepencemasan sosial bapak berpengaruh pada praktek pengasuhan oleh bapak. Praktek pengasuhan oleh bapak bersama dengan kepencemasan sosial ibu berpengaruh pada praktek pengasuhan oleh ibu. Praktek pengasuhan oleh ibu bersama dengan persepsi anak terhadap ketidakharmonisan keluarga berpengaruh langsung pada kepencemasan sosial anak.
Hasil-hasil penelitian dibahas berdasarkan paradigma triadic reciprocality dari Bandura. |
---|