Etnis Cina Di Surakarta 1890-1927: Tinjauan Sosial Ekonomi

Abstract: Migrasi orang Cina ke kawasan Asia Tenggara, dilakukan oleh suku bangsa Cina bagian selatan. Secara umum imigran Cina *pada abad XIX di Muangthai, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Hindia Belanda tergolong miskin, baik secara individu maupun kelompok. Kemiskinan imigran Cina tampak dari p...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Perpustakaan UGM, i-lib
Format: Article
Published: [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada 1999
Subjects:
Description
Summary:Abstract: Migrasi orang Cina ke kawasan Asia Tenggara, dilakukan oleh suku bangsa Cina bagian selatan. Secara umum imigran Cina *pada abad XIX di Muangthai, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Hindia Belanda tergolong miskin, baik secara individu maupun kelompok. Kemiskinan imigran Cina tampak dari pekerjaan mereka yang tergolong kasar, yaitu sebagai buruh, kuli perkebunan, atau pedagang kecil.' Modernisasi kota Surakarta, khususnya sejak pemerintahan Paku Buwono X (1893-1939), tampak dari sarana perkotaan, seperti kereta api, jaringan telepon, pasar, dan transportasi darat. Hal tersebut menjadi kebutuhan pokok kota Surakarta. Bersama dengan itu muncul bangunan yang dikembangkan imigran asing dengan seni arsitektur yang )(has. Imigran Cina menempati sebagian wilayah kota yang tampak melalui pertokoan milik orang Cina yang terkadang juga berfungsi sebagai tempat tinggalnya.2 Pada bagian tengah kota Surakarta banyak ditempati beberapa etnis, antara lain etnis dart Jawa, Eropa, Cina, dan Arab. Perkampungan orang-orang Eropa terletak di sekitar rumah residen, perkantoran, gereja, gedung pertunjukkan, tokotoko, gedung-gedung sekolah, dan Benteng Vastenburg. Perkampungan Eropa di luar benteng itu disebut Loji Wetan karena bangunannya berbentuk loji yang menggunakan bahan batu bata. Apabila perkampungan orang Eropa terpisah dari perkampungan etnis lain berdasarkan diskriminasi ras, maka penentuan letak perkampungan Cina (Pecinan) untuk orang-orang Cina bertujuan memudahkan pengawasan terhadap gerak-gerik orang. Cina. Pecinan terletak di sekitar Pasar Gede, sedangkan untuk orang bumi putra terpencar di seluruh kota Keywords: Etnis Cina, Surakarta, 1890-1927