Unsur-unsur Asia Timur di bidang sosial, ekonomi, budaya di Jawa Timur sekitar abad 13-15 Masehi

Dalam penelitian yang berjudul: "Unsur-unsur Asia Timur Di Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya di Jawa Timur Sekitar Abad: 13 - 15 Masehi", dijumpai berbogai masalah. Masalah utamanya adalah sedikitnya data, baik data yang langsung maupun data yang tidak langsung. Untuk itu ditempuh cara-ca...

全面介绍

书目详细资料
主要作者: Pinardi, Slamet
格式: Other
语言:English
出版: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada 1986
主题:
在线阅读:https://repository.ugm.ac.id/275605/1/nurhayati_201309235_Slamet%20Pinardi%20%20%20terptong%2058-59%2C64%20tdk%20jelas.pdf
实物特征
总结:Dalam penelitian yang berjudul: "Unsur-unsur Asia Timur Di Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya di Jawa Timur Sekitar Abad: 13 - 15 Masehi", dijumpai berbogai masalah. Masalah utamanya adalah sedikitnya data, baik data yang langsung maupun data yang tidak langsung. Untuk itu ditempuh cara-cara pengumpulan detanya dari dua sumber. Pertama, sumber dari data kepustakaan. Berbagai buku dan karangan dikumpulkan kemudian dipilah-pilah datanya berdasarkan subyek yang akan di bahas. Kedua, sumber dari data yang berupa benda-benda koleksi berbagai museum yang merupakan peninggalan dari masa Singosari dan Majapahit. Dari dua sumber tersebut kemudian dicari kesejajarannya serta saling melengkapi data satu dengan lainnya, sehingga dapat diperoleh suatu gambaran yang lebih jelas. Cara penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan data kepustakaan sebanyak mungkin dari tahap persiapan hingga penulisan laporan. Hal ini disebabkan tidak ada satu buku pun yang membahas secara khusus tentang topik yang dipilih. Setelah itu dilakukan observasi ke obyek-obyek kepurbakalaan khususnya yang ada di museum-museum. Setelah kedua data tersebut terkumpul dilakukan pemilahan dan pengolahan data sehingga diperoleh suatu hasil sebagai berikut: Pengaruh atau unsur Cina mulai tampak menonjol sekitar pertengahan abad: 14 Masehi (jaman Majapahit). Di bidang sosial, ekonomi dun budaya, unsur tersebut diolah dan disesuaikan oleh masyarakat maupun seniman pada saat itu, sehingga menghasilkan warna tersendiri dalam masyarakat.