MAINAN TRADISIONAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ragam Bentuk, Fungsi Sosial dan Kultural

<p><br /> Siklus kehidupan manusia berkaitan dengan pandangan dan kegiatan hidup yang dapat dibaca melalui budaya material yang merepresentasikan perkembangan pemikiran dalam kehidupan manusia seperti yang tercermin pada mainan tradisional. Mainan tradisional, khususnya gangsingan, dhak...

Full description

Bibliographic Details
Main Author: Indrayana, Bagus
Format: Thesis
Language:English
Published: [Yogyakarta] : Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada 2013
Subjects:
Online Access:https://repository.ugm.ac.id/95396/1/MAINAN%20TRADISIONAL%20DI%20DAERAH%20ISTIMEWA%20YOGYAKARTA%20Ragam%20Bentuk%2C%20Fungsi%20Sosial%20dan%20Kultural%20-%20Bagus%20Indrayana.pdf
Description
Summary:<p><br /> Siklus kehidupan manusia berkaitan dengan pandangan dan kegiatan hidup yang dapat dibaca melalui budaya material yang merepresentasikan perkembangan pemikiran dalam kehidupan manusia seperti yang tercermin pada mainan tradisional. Mainan tradisional, khususnya gangsingan, dhakon, umbul wayang, dan kudha lumping memiliki arti penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang seni di tengah masyarakat. Unsur -unsur sosial dan budaya dengan konsep filosofis dan estetik dari mainan tradisional tersebut dikaji dengan pendekatan antropologis, sosiologis, dan estetik. Keberagaman mainan tradisional diciptakan bukan hanya sebagai sarana bermain saja, tetapi juga diciptakan dengan mengejawantahkan nilai filosofi dan keindahan fungsional yang sangat kompleks. Kompleksitas tersebut berkait dengan pandangan, perilaku, dan aktivitas hidup masyarakat penggunanya.<br /> Proses pembuatan mainan tradisional menjadi ajang transformasi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan orangtua kepada anak-anak. Proses transformasi tersebut memampukan anak-anak untuk menciptakan mainan sendirisekaligus mengembangkan imajinasi, daya kreasi, dan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak. Estetika benda-benda mainan tradisional terletak pada keindahan fungsionalnya yang dapat dinikmati dari kesesuaian, keselarasan, dan ketepatan ketika diciptakan. Dengan demikian, nilai-nilai mainan tradisional menjadi bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang seni yang dapat diejawantahkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.<br /> <br /> Human life cycle is tightly associated with the view of life and with our daily activities and can be read through the material culture that represents the development of thought within human life, as reflected within traditional toys. Traditional toys, especially gangsingan, dhakon, umbul wayang, and kudha lumping, play an important role in the development of the arts within a society. The social and cultural elements along with philosophical and aesthetic concepts of the traditional toys are researched using anthropological, sociological and aesthetic approaches. The variety of traditional toys is created not only as a means of play but also they represent a complex philosophical value and functional beauty. This complexity relates to world views, behaviors and daily activities of the user society.<br /> The process of making traditional toys becomes an arena for transmitting the experience, knowledge and skills from parents to children. This process of transmission enables children to make their own toys and at the same time train and develop their imagination, creativity and their skills that would become useful in their lives later on. The aesthetics of traditional toys lie in the functional beauty that can be enjoyed from the suitability, harmony and accuracy when created. Therefore, values of traditional toys become useful for the development of the arts that can be manifested in the daily life of a society.</p>